Feed on
Posts
comments

Inikah jawaban Tuhan?

Aku memang tak bisa menyalahkanmu dalam hal ini.

Aku sendiri pun merasa tidak bersalah.

Ini hanya masalah miskomunikasi..

Namun tak dapat dipungkiri, aku kecewa juga.

Walau aku sudah berusaha keras untuk berpikir seobjektif mungkin dalam masalah ini tetapi faktor perasaan tak bisa dihilangkan.

Aku benar-benar menyesalkan hal ini.

Aku hampir meneteskan air mata saking kecewanya, tetapi aku berusaha untuk tidak membesar-besarkannya dan menganggap ini hanya masalah kecil.

Aku menjadi bertanya dalam hati, apakah ini jawaban Tuhan atas doa-doaku?

Mungkinkah ini pertanda bahwa Ia ingin menjauhkan kita?

Jika memang harus sampai di sini saja, aku rela…

Paling tidak aku akan berusaha tuk menerima kenyataan…

Bahwa aku tak selamanya bisa mendapatkan apa yang ku impikan…

Semoga memang inilah yang terbaik…

Kecewaku…

Ini adalah sisi lain dari lebaranku. Ternyata tak selamanya lebaran akan terisi oleh kebahagiaan. Buktinya aku merasakan kekecewaan yang mendalam pada lebaranku tahun ini. Dari awal sejak masih di Jogja, aku merencanakan sesuatu dan itulah satu-satunya alasan mengapa aku sangat bersemangat pulang ke Solo. Tapi ternyata Allah berkehendak lain. Rencanaku gagal total!

Aku sangat ingin bertemu dengan seseorang, dan aku membuat janji dengannya untuk nonton bareng film laskar pelangi. Sebenarnya ada temanku yang mengajak nonton film tersebut sejak masih di Jogja, namun aku menolak dan bersikeras akan menonton film itu di Solo, sesuai janjiku. Saat membuat perjanjian aku sudah memaksa orang itu untuk menentukan kepastian waktunya, tetapi ia menolak sehingga aku setuju saja untuk membahas hal itu lagi saat kami sudah sama-sama ada di Solo.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, aku menghabiskan hari-hari lebaranku di tempat nenek dan kakekku di daerah Sragen. Di sana memang ada sinyal, tapi sms dan telpon nyaris sama sekali tak bisa kulakukan. Aku menerima banyak sms dari teman-temanku dengan waktu yang terpaut beberapa jam dari pengiriman mereka dan aku tidak bisa membalas semua sms-sms itu. Memang ada yang terkirim, tapi tidak ada laporan pngirimannya. Aku tidak tahu pasti, entah terkirim atau tidak.

Sampai hari ke-4 lebaran aku baru pulang ke Solo. Aku sms orang itu dan dia bilang acara nonton bareng kami gagal karena dia sudah menonton terlebih dahulu, entah sama siapa. Aku kecewa, sangat kecewa. Dia sudah menyampaikan permintaan maafnya dan menjelaskan bahwa dia sudah berusaha mengirim sms padaku sebelumnya tetapi tak ada respon dariku.

Aku bilang padanya kalau aku baru saja pulang dari luar kota yang sama sekali tidak ada sinyal. Inilah yang aku benci dari tempat tinggal kakek dan nenekku. aku memang senang berada di sana, bertemu dengan sanak saudara. Tetapi, aku merasa seakan-akan aku menghilang dari peradaban manusia. Susah mengirim sms, susah menelpon, dan tidak ada jaringan internet. Kalaupun ada warnet, harus menempuh jarak belasan kilometer.

Jika seperti ini kejadiannya, siapa yang patut dipersalahkan? Seseorang itu tak mungkin kupersalahkan karena dia aku percaya dia memang sudah berusaha menghubungiku. Diriku sendiri? Itu lebih tidak mungkin! Aku kesana untuk berlebaran bersama keluarga besarku dan memang sudah menjadi tradisi. Operator seluler? Yah, mungkin memang pihak yang paling patut dipersalahkan secara logika untuk kejadian ini. Kalau mereka memasang tower yang lebih banyak dan meningkatkan kualitas pelayanan, terutama saat lebaran seperti ini pasti komunikasi kami akan lebih lancar dan tidak akan terjadi misscommunication seperti ini.

Jujur, aku sangat kecewa dengan kartu prabayarku yang selama ini aku banggakan karena tarif murahnya. Buat apa memasang tarif sms dan telpon murah tetapi tak bisa digunakan? Mengirim sms tak pernah ada laporan tetapi pulsa tetap berkurang, menelpon selalu gagal. Tetapi mau bagaimana lagi? Nomorku sudah terlanjur tersebar ke teman-temanku, susah kalau mau ganti lagi. Untuk operator seluler yang punya semboyan murah bangets tolong memperbaiki kualitas pelayanan dong! Jangan sampai customer merasa dirugikan seperti ini! Sekarang baru menggagalkan rencana orang, kalau lain kali memutuskan hubungan orang gara-gara miskomunikasi kayak gimi gimana? Kalau kami pindah ke operator lain, kalian juga kan yang rugi??? Sori,,bukannya aku mencari kambing hitam, tetapi ini benar-benar mengecewakan!

ADEK YANG SUPER NYEBELIN !!!

Sebagai anak komunikasi, gue ga pernah bisa lepas dari compie, kapan pun di mana pun gue ga akan bisa idup tanpa compie…

Begitu nyampe rumah, gue langsung idupin compie, udah kangen berat, lama banged ga ngutak-atik dia…

ANJRIDD!!!

Tau-tau yang muncul tuch foto and nama adek gue! Padahal trakhir kali gue nyalain sebelum gue pindah ke jogja tu masih foto and nama gue! Jelas aja gue ga terima! Secara tu compie milik gue! Oke, emang bukan gue yang beli, belinya emang pake duit ortu, tapi kan dulu yang minta tu compie gue! Dan yang ngerawat dia slama ini tu gue, walopun gue juga yang ngrusakin, hehe…

Mungkin emang gue yang sedikit egois, tapi sebagai adik harusnya tau diri donk! Gue bisa terima kalau tu compie emang buat sekeluarga, tapi ya ga gitu donk caranya! Paling ga dia ngasih tau ato minta izin dulu kek!

Sial, dia udah keburu mudik ke tempat nenek, jadi gue ga bisa nyremprot dia abiz-abizan! Awas aja sampe ntar lebaran ketemu, bakal gue cincang dia!

Parahnya lagi dia nyimpen foto-foto kakak kelasnya yang cowok-cowok! Padahal dia masih kelas 7, setara 2 SMP gitu! Dasar ganjen! Kecentilan! Perasaan dulu gue biasa aja waktu gue kelas 2 SMP, ga kaya dia sekarang!

Kalau pun sekarang gue nyimpen foto-foto temen-temen gue yang cowok itu karena gue emang kenal deket ama mereka, ga kaya dia yang kenal pun kagak ama cowok-cowok yang dia foto! Kliatan banged, dari fotonya candid semua! Berarti kan tu foto diambil secara sembunyi-sembunyi, malah banyak yang gambarnya kabur! Dasar…!!!

Desktop background yang awalnya foto keponakan gue yang super imut dan lucu juga berubah jadi fotonya ama temen-temennya! Akhirnya gue ganti pake foto gue yang terbaru, waktu gue di Jogja, user account yang semula namanya gue ganti jadi UGM, picture accountnya juga gue ganti jadi logo UGM, karena gue ga terima dominasi gue di rumah tergeser oleh siapapun! Hahahaha…

Mungkin gue sedikit lebay dalam masalah ini, but I really hate her!!!

Menurut lu gimana? Tinggalin komen ya….! Makasih… ^.^

Mudik pertamaku…

Yuhuuui…! Akhirnya gue bisa pulang juga ke Solo, the spirit of Java!

Demi bisa pulang, gue rela bolos kuliah agama and ga ngumpulin tugas yang udah susah payah gue kerjain…. Hahaha, lebay dech!

Ini pertama kali gue pulang ke Solo sejak gue pindahan ke Jogja tanggal 15 Agustus 2008 lalu. Gue bener-bener dah kangen….

Ini juga mudik termurah lho! Cuma dengan ongkos 2000 rupiah gue udah bisa nyampe rumah! Ya iyalah, secara gue dari kost nebeng temen! Hwahahaha…

Begitu nyampe rumah, biasa aja ternyata… rumah masih sama dengan waktu terakhir kali gue liat, yang beda tuch keponakan gue, Chelsea Malik Ibrahim! Dia tambah tinggi, walopun dikit. Tambah cerewet, tambah ngegemesin, tambah luthu, tambah hiperaktif, tambah imutlah pokoknya! Tau ga? Dia sempet lupa dan ga ngenali gue gitu, sedihnya… mungkin emang gitu kali ya anak balita? Kalo udah lama ga ketemu jadi lupa dan ga kenal lagi…

Malemnya gue ngajak adek wat cari makanan di sekitar alun-alun gitu… waktu gue ga sengaja ngumpat, pada ngeliatin semua, padahal disitu adanya cowok semua! Duh, malu dech… tapi so what gitu lho?! Perasaan kalo di jogja cewek ngumpat sah-sah aja, emang di solo peraturannya kaya apa sih? Ato karena gue berjilbab ya? Tau dech…

Abiz itu gue maksa adek wat mampir ke warnet bentar, baru beberapa menit udah ditelpon ama mama… padahal kan baru jam 10an gitu… paz d jogja gue mau pulang jam berapa aja juga kagak ada yang nanya, ya iyalah, secara gue ngekost, hehehe…

Waktu saur tiba…. Gue nemenin mama beli makanan di luar, soalnya males masak, mending beli aja, lagian ga jauh, Cuma 1 km-an gitu dari rumah… ternyata sama aja ya, ngekost apa kagak, tetep aja saurnya beli di luar…

Ini adalah pengalaman paling buruk ketika aku pertama kali pulang kampung ke Solo. Sabtu sore (27/ 9), aku dan teman-teman akrab SMA-ku janjian buka bersama di Bestik Harjo, salah satu warung kaki lima di Jalan DR. Radjiman, tepatnya barat Matahari Singosaren, sebelum bangjo Pasar Kembang. Aku, Tias, Visca, Eka, Dita, dan Paulina sengaja memesan menu bestik yang berbeda.

Kami menyantap menu masing-masing sambil ngobrol ngalor-ngidul, menceritakan habitat baru masing-masing. Aku sering berteriak Roaming! Roaming!” kalau Tias dan Eka membicarakan orang-orang atau hal-hal yang tidak ku tahu, maklum mereka satu jurusan, satu kampus, namun beda kelas di Fakultas Ekonomi UNS. Dita asyik bercerita tentang kuliahnya di Jurusan Sastra Inggris UNS. Paulina yang sekarang kuliah di Jurusan Akuntansi Satya Wacana Salatiga pun tak ketinggalan bertukar pengalaman. Hanya Visca yang tidak bercerita tentang dunia kampus, karena dia memang belum kuliah, melainkan menjadi guru di salah satu TK Kanisius dan di sebuah lembaga bimbingan belajar bahasa Inggris bernama English Lover di daerah Solo bagian timur. Tetapi tahun depan ia akan mencoba mengikuti SNMPTN, sekarang ia baru menabung untuk biaya kuliahnya tahun depan. Aku salut dengan semangat sahabatku yang satu ini, dia tak pernah menyerah walaupun beban hidupnya begitu berat.

Disela-sela obrolan kami ada saja pengemis yang menghampiri. Pertama, ibu dan dua orang anaknya yang masih kecil. Jelas saja kami memberi mereka uang receh, karena kami tidak tega dengan keadaan mereka yang menyedihkan itu. Kedua, seorang bapak tua berbadan bungkuk. Kami juga memberi recehan padanya masih dengan alasan yang sama, tidak tega. Ketiga, seorang perempuan tua dengan baju yang sangat kumal dan mungkin sudah bertahun-tahun tidak mandi, sampai kukira dia orang gila. Karena uang receh kami sudah habis maka kami tidak memberinya, tetapi dia masih berdiri dan meludah di dekat kami. Awalnya aku tidak ngeh dan mengiranya hanya batuk biasa, lama-kelamaan kok dia sengaja meludah di dekat sandal Paulina. Lalu aku menyingkirkan sandal itu sebelum benar-benar terkena air ludah si pengemis. Tiba-tiba si pengemis yang sangat menjijikkan itu sengaja menadahi air ludahnya dan dilempar ke arahku! Gila! Benar-benar gila! Bisa dibayangkan kan betapa menjijikkannya? Untung saja tidak kena! Uff… It was really disgusting!!!

Setelah itu kami buru-buru membayar pesanan kami dan memutuskan pindah tempat ke Matahari Singosaren yang kami anggap lebih higenis dan lebih aman. Namun, aku sempat bertanya ke tukang parkir yang kebetulan menjaga motor-motor kami tentang pengemis yang meludahi jika tidak diberi uang, dan dia langsung melaporkan complainku ke pemilik warung. Aku benar-benar kapok makan di kaki lima yang rame seperti itu! Mending ke tempat Mbah Ribut, angkringan favorit anak-anak Smaga. Atau ke mall atau restoran sekalian!

Adakah fenomena seperti ini di tempat kamu? Please share with me…!

Lebaran Sebentar Lagi…

Alhamdulillah, libur lebaran tlah tiba… tapi og rasanya ramadhan taun ini beda ya?

Iya beda, coz ini pertama kalinya aku puasa di kost, cari makan saur dan buka sendiri, tanpa ortu, tanpa keluarga. Tarawih ke masjid yang beda, Masjid Kampus UGM and Al-Munnawar, dengan orang-orang yang berbeda pula. Kalau sebelumnya aku selalu tarawih ke masjid Baitusy Syukur yang deket rumahku karena pengen liat masnya yang “itu”, sekarang bukan itu tujuanku, melainkan murni panggilan hati nurani. Jadi kalau lagi malez, lum ngerjain tugas kuliah, ya aku gag ke masjid, gegege… ^_^

Satu hal yang kusesalkan di Ramadhan taun ini adalah planningku yang kacau balau. Aku jadi gag bisa khatam Qur’an karena jadwalku yang masih amburadul… =’(

Selebihnya, aku sangat menikmati hari-hari ramadhan tahun pertamaku di kost…

Aku ikut buka bareng, dari yang berbayar ampe yang gratis, aku tidur setelah saur, berebutan ngantri kamar mandi karena ada kuliah jam 7, berjalan tergesa-gesa motong jalan lewat Fakultas Ekonomika dan Bisnis (ssstt, ini bikin aku berubah jadi si pejalan cepat lho!), ngantuk di kelas karena ndengerin kuliah yang lebih mirip sayup-sayup orang ceramah di pengajian, cari tebengan pulang karena malez jalan sendirian di siank yang panas, keluar seorang diri jam 3 pagi buat beli makan saur, nelpon teman-temanku dari yang ada di Solo and Bandung sambil nunggu azan Shubuh berkumandang…

Libur Lebaran = Mudik ke Solo…

Yup, bener banged! Aku juga udah pengen mudik nie… Bahkan aku udah bikin janji buat buka puasa bareng adek angkat tersayangku, Sangga, and sobat-sobatku Uniq Roku Extended tentunya,padahal aku belum bilang mau pulang kapan ke ortuku! Aku gag sabar lagi buat share ama mereka, nyeritain suka-dukaku di Jogja, apalagi ini adalah pulkam (baca= pulang kampung) pertamaku sejak aku pindahan ke Jogja pada tanggal 15 Agustus yang lalu.

Aku kangen keluargaku, mamaku, ayahku, adik-adikku, keponakanku, kakak2ku, pakde, bude, simbah, semuanya dech… oia, kompie ku juga… motorku, Honda New Suprafit bernopol AD 6267 BT, tunggu aku, kita akan putar2 Solo sepuasna!

Enaknya mbawain oleh-oleh apa ya buat orang2 di rumah? Bakpia patHok rasa keju ato kalender UGM 2009, dah ada di Kopma soalna, hehe…

Akhirnya, setelah 18 tahun hidupku aku bisa juga merasakan nikmat untuk mudik, walaupun dekat, Cuma dari Jogja ke Solo, paling gag tu lebih baik daripada sekedar Solo-Sragen, gegege… ^_^

Teman-temanku, dimanapun kalian berada, met libur lebaran yach…

Met idul fitri, maafin semua salah aku ya…!

Pengumuman PANAGAMA

Buat temen-temen alumni SMAGA Solo tercinta, trutama angakatan 2008 yg sekarang kuliah di UGM di harap kehadirannya dalam rapat PANAGAMA. Hari SENIN, tanggal 29 September 2008, jam 2 Siang di Warung Miri.

Uda pada balik ke Solo kan tanggal segitu? So, datang yach….!!!

My Hopeless Confession

Untuk seseorang yang ada di hatiku…

Aku lelah…

Aku menyerah…

Inilah puncak dari segalanya!

Pengorbananku…

Perjuanganku…

Aku tak sanggup lagi tuk tetap bertahan…

Terserah kau mau bilang apa!

Inilah keputusanku!

Tuk mengakhiri penantian yang tak pasti…

Karena, aku tak akan sanggup harus terus menunggumu…

Jika kau masih seperti ini!

Just for my love…

Aku menyukaimu….

aku merindukanmu…

aku menyayangimu…

aku membutuhkanmu….

aku mencintaimu…

aku tak akan bisa hidup tanpamu…

Aku mohon, mengertilah…

Kau lah satu-satunya orang yang merajai hatiku selama enam tahun ini…

Karena kau lah aku bertahan hidup sampai sekarang…

Karena kau lah aku selalu berusaha melakukan yang terbaik dalam hidupku…

Karena kau lah aku ingin pulang ke kota kecil tempat kita pertama kali bertemu…

Aku tak pernah bisa memikirkan tuk mencintai orang lain selain dirimu…

Aku tak pernah mencoba membuka hatiku untuk orang lain selain dirimu…

Kau adalah cintaku, kau adalah satu-satunya motivasi dalam hidupku…

Kau adalah bahagiaku dan juga sedihku…

Kau adalah hidupku dan juga matiku…

Aku mohon, dengarkan aku….

Percaya padaku…

Aku akan menjaga hatiku untukmu, hanya untukmu…

Aku akan setia kepadamu, hanya padamu…

Karena kau lah cintaku, bukan yang lain…

Mengertilah, betapa aku mencintaimu, betapa ku menginginkanmu…

Aku mohon, jangan biarkan aku terus tersiksa karena cinta seperti ini…

Temani aku, selalu lah bersamaku…

Apapun yang terjadi….

Karena aku tak akan bisa hidup tanpamu…

Aku mencintaimu apa adanya dirimu…

Aku mencintaimu setulus hatiku…

Aku telah menghabiskan seluruh hatiku hanya untuk mencintaimu seorang…

Putusnya suatu jalinan…

Dalam sepekan ini aku mendengar dua kabar buruk tentang hubungan percintaan teman-temanku.

Awalnya kukira mereka adalah pasangan yang saling cocok dan serasi satu sama lain. Aku bahkan pernah iri dan ingin memiliki hubungan serupa. Namun ternyata Tuhan berkehendak lain. Ada saja penyebab putusnya jalinan kasih di antara kedua insan tersebut. Walau mereka mengaku masih ada rasa sayang kepada pasangan masing-masing, toh mereka tetap tak bisa bersatu kembali dan mereka punya alasan yang cukup kuat untuk itu.

Sejujurnya, aku sedih… sangat sedih… ketika aku mengetahui peristiwa itu untuk pertama kali. Aku benar-benar tak menyangka bahwa mereka akan merasakan hal yang sama dengan yang pernah kurasakan. Kukira akulah satu-satunya orang yang paling berduka karena cinta, tapi ternyata aku salah. Teman-temanku yang kulihat begitu menikmati indahnya cinta akhirnya harus merasakan kepahitan cinta juga.

Aku sedih… benar-benar sedih…. Andai saja aku bisa melakukan sesuatu untuk mereka, untuk keutuhan cinta mereka, untuk kebahagiaan mereka…

Older Posts »